Freedom of Speech & Hate Speech

So, it's already been 3 months after my last post which I said I want to start writing again. Hello again! Sorry for the long delay! I've been so busy lately 😅


These past 3 days, in my social media (Instagram & Twitter) a lot of people are talking about this one so-called-influencer who talk bad about other people's body image. In the time where we always promote self-love and self-acceptance, this person is talking sh*t about others, she defended her act as "freedom of speech". 

It's a quite interesting topic for me, I always believe that every people should be given "freedom of speech" but is that also justify when you talk bad about others?

Quoted from Amnesty International UK, "freedom of speech" h means the right to seek, receive and impart information and ideas of all kinds, by any means. It is clearly not the right to say whatever you like about whatever you like, whenever you like.

There's my favorite saying from a character named Thumper in the Bambi movie, "If you can't say something nice, don't say nothing at all"

Okay, I agree that we all have this "freedom of speech" but no one had any right to speak in a derogatory way about anyone else. Instead of implementing that "freedom of speech" and saying hurtful words to other people. It's better to think first, are your words gonna hurt or insult or injure anyone, and if the answer is yes, you better keep it to yourself. Nothing's hard, right?

So, it's not that you can't have "freedom of speech" nor you can't criticize other person. But being kind, considerate and empathetic person is also important. You can still criticize other person with kind words which can also motivate that person to be better.

You need to think first, if you're on that person's shoes, will you be hurt by your words? How do you want to be criticize by other person? And applying how you want other people to treat you in treating anyone else.

Should I Start Blogging Again?

After a long long time abandoning my blog, I started to miss writing here again.

The last time I wrote in my blog was June 2017, it was right before I started my 6th semester of college. And once the college started, I never wrote here again. Blame the living hell back then, 6th-8th semester of Chemical Engineering. Thankfully, I'm graduated on August 2019 and started a new job that has no relation to my major. 4 years of Chemical Engineering is enough for me, I swear!



Maybe it's the quarantine season so I have more time than before—I used to spend almost 3 hours a day commuting, and also I never been at home on weekend before but the whole Corona thing forced me to stay at home for almost 3 months now—I started to rediscover my old hobby like baking, reading, and um, writing. I swear I really miss the joy of pouring my thoughts into words and combining them together into a new post, and also I got to practice my copy writing skill which I got from my job. Actually, I'm thinking about starting my Youtube channel, but you know? I always feel more comfortable writing than recording myself into a video. So, why not I just start to write here again, right?


Wish me luck, see you again soon on my next post, my beloved blog!

#HonestOpinion: Eyelash Extention

Beberapa bulan belakangan ini, eyelash extension lagi jadi sesuatu yang booming banget di kalangan cewek-cewek Indonesia, khususnya Jakarta. Sebenernya apa sih eyelash extension itu? Gunanya apa? Dan rasanya gimana? Nah, aku nulis post ini buat ngebahas hal-hal itu dengan sejujur-jujurnya, siapa tau bisa dijadiin referensi juga buat kalian yang mau ngelakuin eyelash extension.



Beberapa minggu yang lalu, aku akhirnya nyobain yang namanya eyelash extension. Eyelash extension ini adalah penempelan helaian rambut sintetis ke bulu mata asli kita dengan menggunakan perekat khusus. Waktu pembuatannya bisa 2-3 jam, tergantung masing-masing bulu mata dan volume eyelash extension yang diinginkan. Punyaku sendiri bikinnya itu sekitar 3 jam.

Pas pertama kali selesai masang eyelash extensionnya, gak ada rasa sakit sih, tapi aku berasa gitu ada yang nempel diatas kelopak mataku dan agak nusuk-nusuk gitu, tapi gak begitu mengganggu kok rasanya. Setelah beberapa hari, rasa nusuk-nusuknya juga udah mulai ilang, ato mungkin akunya udah terbiasa kali ya?

Tujuannya masang eyelash extension apa sih? Kalo aku sih jujur iseng aja karena penasaran pengen aja nyobain sekali seumur hidup HAHA. Tapi alesan lainnya itu karena aku punya bulu mata yang tebel tapi pendek-pendek dan super males buat pake maskara, jadi aku pengen aja ngerasain gimana punya bulu mata panjang tanpa harus ngecurl dan pake maskara.

Ini foto eyelash extensionku setelah sekitar 2 minggu lebih, masih cukup bagus walaupun cukup sering aku cabut-cabutin HAHA.






Karena aku monolid alias gak punya lipetan mata, aku jadi ngerasa kalo pas melek gitu gak gitu keliatan sih, pas merem baru keliatan banget. Oh ya, aku juga lupa ngambil foto sebelum diextension, maaf ya jadi gak ada perbandingannya. Tapi orang-orang di sekitar aku lumayan notice sih, sampe suka ditanyain, "Pake bulu mata palsu ya?" atau "Pake maskara?" jadi aku cukup senang karena ternyata keliatan ada bedanya.

Sebenernya, gak ada sih kerugian dari eyelash extension, jadi gak perlu repot lagi pake eye makeup, karena kalo buat aku sih dengan lash ini aja udah keliatan cukup heboh gitu, mungkin karena aku emang gak suka dandan yang terlalu heboh gitu, tapi eyelash extension ini beneran bikin kalo mau makeup jadi gak usah terlalu repot gitu di bagian mata karena matanya udah keliatan cukup menonjol gitu. Tapi sayangnya, kalo mau cuci muka malah jadi agak repot, karen eyelash extensionnya gak boleh terlalu sering kena air lama-lama gitu, bakal cepet rontok. Pas ngelap muka juga agak repot sih menurutku, karena pas handuknya kegesek di bagian mata, kerasa sakit gitu walaupun dikit.

Nah, kalo ditanya aku bakal mau retouch lagi atau gak, aku bakal jawab gak. Kenapa? Karena aku jarang ada keperluan yang mengharuskan buat makeupan, jadi agak gak berguna sih aku pake eyelash extension, dan aku juga males ribet cuci muka gara-gara eyelash extension ini, dan berhubung aku orangnya gak suka ribet, jadi aku memutuskan untuk gak akan retouch lagi.

Tapi kalo kamu orangnya sering ada acara yang perlu makeup gitu, mungkin kamu bakal suka banget sih sama eyelash extension ini karena akan sangat membantu pas bikin eye makeup, apalagi jadi gak perlu pake bulu mata palsu lagi kan? Karena aku gak kayak gitu, jadi ya aku merasa gak terlalu perlu eyelash extension ini. Tapi kalau menurut aku, if you haven't already tried lash extensions, you should at least once in your life!


 A shameless selfie featuring the "eyelash extension" which you could barely see.😁

Scientific Review of Snail Bee High Content Essence

Halo! Jadi, ini adalah Scientific Review-ku yang pertama. Karena ini perdana, jadi aku mau ngereview satu produk yang aku suka banget, yaitu Snail Bee High Content Essence.





Nah, jadi ini penampakan produknya. Aku sendiri suka banget sih sama packagingnya baik botolnya maupun kardusnya, botolnya plastik gitu, tapi masih keliatan bagus aja sampai aku pas awal ngira itu gelas.



 


Ini pumpnya dan produknya pas udah dipump, warnanya bening dan gak ada bau. Hal ini jadi poin plus sih buat aku karena aku sendiri gak begitu suka kalau skincare product aku ada baunya, mau yang dibilang wangi pun aku gak gitu suka, soalnya kan ini diapply ke muka dan jadinya deket banget sama idung kan, jadi kalau ada baunya gitu buat aku kurang enak aja.



Nah, masuk ke poin utama dari review ini. Di atas bisa kita liat ada beberapa claims dari produk ini, yang aku simpulkan jadi:
a. Cocok untuk semua jenis kulit, baik yang sensitif maupun bermasalah.
b. Memperbaiki kulit rusak dan kasar akibat stress dan polusi.
c. Cooling effect, moisturizing, dan skin lifting.
d. Mencerahkan kulit.
e. Menghilangkan kerutan.

Nah, buat ngebuktiin claimsnya bener atau gak aku akan bahas dari ingredientsnya dan dari pengalaman aku selama pake produk ini (sekitar 3 bulan).


Dari ingredients yang banyak itu, aku akan bahas tentang 5 ingredients paling atas, buat kalian yang belom tau, aturan nulis ingredients itu urutannya dari yang paling banyak duluan sampai yang paling sedikit. Nah, langsung aja ya kita bahas satu persatu:
1. Snail Secretion Filtrate  
Snail secretion filtrate bisa ngebantu perbaikan kulit yang rusak akibat jerawat, luka, stretch mark, polusi, dan penuaan akibat sinar matahari (photo-aging). Kalo di siput sendiri, sekresi ini digunakan untuk memperbaiki luka pada kulitnya dan untuk memberikan hidrasi yang cukup. Di dalam sekresi ini ada beberapa kandungan penting yang bisa membantu fungsinya buat ngelakuin perbaikan kulit contohnya allantoin yang bermanfaat dalam perkembangan sel dan rekontruksi jaringan, protein yang berguna untuk memberi nutrisi dan menjaga tekstur kelembutan kulit, dan enzim proteolitic yang berperan untuk meningkatkan produksi kolagen dan elastin untuk meningkatkan elastisitas kulit.

Terbukti: 
✓ claims b
✓ claims e

Referensi:

2. Aloe Barbadensis Leaf Juice
Aloe punya kemampuan penting yaitu bisa menembus lapisan kulit secara dalam, hal ini berguna biar air bahan pelembab lain yang ada di dalam produk skincare bisa masuk ke dalam kulit dengan mendalam. Aloe juga punya kemampuan sebagai pelindung dari sinar matahari karena punya sifat sebagai UV absorber terus juga mengandung enzim bradykinase yang bisa menghentikan sunburn dan acemannan yang bisa mempercepat regenerasi kulit dengan cara meningkatkan produksi fibroblast (sel yang bertanggung jawab dalam regenerasi). Aloe juga mengandung antioxidant yang tinggi, jadinya bisa juga untuk memperlambat proses penuaan. Iritasi yang ditimbulkan oleh aloe juga minim banget, tapi harus dicek lagi kalo aloe yang dipake tuh gak mengandung yellow sap, Snail Bee High Content Essence sendiri warnanya bening jadi menurutku sih gak mengandung yellow sap dari aloe.

Terbukti:
✓ claims a
✓ claims c
✓ claims e

Referensi:

3. Arbutin 
Arbutin (terutama alpha-arbutin) punya kemampuan sebagai inhibitor atau penghalang untuk kerja enzim tyronase. Nah, enzim tyronase sendiri ini adalah enzim yang berperan dalam membentuk noda kecokelatan pada kulit (skin tan) dan noda penuaan (age spot). Dengan mencegah kerja dari enzim tyronase ini, otomatis bisa juga mencegah proses pigmentasi pada kulit yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap. Arbutin sendiri juga dianggap sebagai agen pemutih kulit paling efisien dan aman pada kulit.

Terbukti:
✓ claims a
✓ claims d

Referensi:

4. rh-Oligopeptide-1
rh-Oligopeptide-1 adalah protein yang berperan dalam regulasi dari pertumbuhan dan perkembangan sel, termasuk sel kulit. Dengan peran itulah akhirnya rh-Oligopeptide-1 ini jadi punya kemampuan untuk meningkatkan kondisi kulit seperti meremajakan kulit dan mencegah terbentuknya keriput. 

Terbukti:
✓ claims b
✓ claims e

Referensi:
5. Bee Venom
Bee venom banyak diteliti terutma di Korea karena dianggap punya kemampuan untuk mengurangi jerawat dengan sifat antibacterial-nya. Lalu, kandungan melittin dalam bee venom juga dianggap bisa memicu produksi kolagen dan elastin dengan cara "ngeboongin" sel kulit kita buat berpikir kalo lagi disengat lebah. Kebanyakan jurnal Korea bilang kalo gak ada potensi bahaya dari bee venom ini, tapi sebaliknya jurnal dari sumber lainnya masih menyatakan bahwa ada potensi bahaya dari zat ini.

Terbukti:
✓ claims e

Referensi:
Kalau kalian lihat, sebenernya ada Glycerin dan Butylene Glycol di urutan ke-3 dan 5, tapi karena mereka hanya berperan sebagai humectant yang berfungsi untuk mencegah produk ini kehilangan kelembabannya dan gak ada fungsi khususnya di kulit, jadi gak aku bahas.

Nah dari penjelasan panjang di atas, aku mau nambahin beberapa pengalamanku pas nyoba produk ini: Buat claims c sih aku setuju banget, karena setiap aku pake essence ini sebelum tidur, paginya tuh kulit aku berasa lembab dan kenyel gitu terus buat claims b juga aku cukup setuju karena kalo aku ada bumps gitu, bumpsnya juga redaan walaupun gak signifikan. Kalo soal mencerahkan kulit, aku sendiri gak begitu ngerasain sih, apalagi buat efek anti-agingnya karena kebetulan aku juga masih umur awal 20. Terus dari ingredientsnya sendiri yang tadi udah aku bahas panjang lebar, aku mau highlight di Bee Venom sih, aku sendiri belom tahu apakah sebenernya Bee Venom ini aman ato gak, tapi aku gak pernah ngerasain iritasi dari pake produk ini, jadi aku rasa Bee Venom ini gak gitu bermasalah di kulit aku sih.

Kesimpulannya, produk ini cukup relevan antara claims sama ingredients-nya, terbukti kan semua claims-nya dipenuhi oleh ingredients yang dipake, jadi kalo kalian punya concern yang berhubungan sama claims diatas, bisa dipertimbangin sih buat nyobain produk ini. Kalo dari aku sendiri, aku suka banget sama efek moisturizing dari produk ini sih, soalnya kulitku kombinasi gitu, jadi cukup sulit buat nyari produk yang bikin lembab area muka aku yang super kering tapi tanpa bikin berminyak area lainnya, lalu essence ini hadir menjadi solusi buat masalah aku itu (HAHAHA). Jadi aku recommend banget sih buat nyobain produk ini kalo kalian punya masalah yang sama kayak aku.



Segini aja sih dari aku, kalau ada yang pernah nyobain produk ini juga dan punya pengalaman yang berbeda, boleh banget di-share ya di comment section!😁

April's #SheetmaskSunday

Helloooo everyone!
So, after a lot of struggles HAHA, I've finally decide to add a permanent category on this blog which is #SheetmaskSunday!

What is #SheetmaskSunday?
It's a post about all the sheet mask empties that I've tried in a month. So, #SheetmaskSunday will be up on the blog in the end of every month!

By using Korean skincare, I developed a big addiction to sheet mask. I have no specific criteria for my sheet mask. I love to try everything new when it comes to sheet mask. I basically buy every sheet mask that catch my attention, LOL.

And, you need to remember that I write this post based on my experience, so when I say a sheet mask is bad on my skin, it doesn't mean that it will be bad on your skin too. It based on your skin type and condition too, you can read about my skin type here.

So, here is my first #SheetmaskSunday


Here are 7 sheet masks I've tried in April.


1.  Etude House 0.2 Therapy Air Mask: Aloe

  
Price: Rp. 12500,- (bought at: online)
Texture: Super thin layer, but it fits well on my face.
Thoughts: It has a lot of essence, but honestly I thought that this mask has too much liquid and it left a lot of excess essence until your face can't absorb them and it becomes so wet on your face. The aloe is not really give the shooting effect. The moisture level is average.
Overall: 6.5/10
Repurchase: Maybe, for different variants.

2. Innisfree It's Real Squeeze Mask: Bija


 Price: Rp. 19000,- (bought at: Innisfree Store, Central Park)
Texture: Thin layer and fits really well on my face. I really love Innisfree mask when it comes to the texture.
Thoughts: Idk if this is biased or not, but Innisfree's sheet mask has never disappoint me. It sits well on my face, it's moisturizing adequately. The price is also affordable. But, I don't really like how this Bija one smells.
Overall: 8/10
Repurchase: Yes, but for other variants.
3. Nature Republic Real Nature Mask Sheet: Aloe


Price: Rp. 10000,- (bought at: online)
Texture: Thin layer and it fits well on my face.
Thoughts: Impressed by how shooting this mask is on my face. I used it when I have several tiny-red-bumps on my skin, and the next morning my bumps are calmer, although my bumps didn't disappear like magic overnight, but I'm quite satisfied with the result.
Overall: 8.5/10
Repurchase: Definitely!

4. Beaute Recipe Mask Sheet: Avocado


Price: Rp. 20000,- (bought at: Beaute Recipe Counter, Mal Golden Truly)
Texture: Super thin, too wide for my face (but it's my common problem with Japanese sheet mask)
Thoughts: Love the smell. The moisture level is average. Honestly, it doesn't give any special impression except for the good smell.
Overall: 6/10
Repurchase: I don't think so.

5. Foodaholic 3D Natural Essence Mask: Coenzyme Q10


Price: Rp.6500 (bought at: online)
Texture: Thin layer with 3D shape that fits well on my face
Thoughts: A unique shape of a sheet mask because it's 3d so it will even cover your jaw and nose well! The moisture level is average but I think it's enough because it also provides enough moisture for my jawline area (I have a problem with dry patches on my jawline area).
Overall: 7/10
Repurchase: Yes because it's so cheap! But I would like to try the other variants.

6. Secret key Nature Recipe Mask Pack: Aloe


 Price: Rp. 10000,- (bought at: online)
Texture: Thin layer but it's too wide on my face (it's not even Japanese sheet mask?)
Thoughts: Moisture well and I can notice that my skin feels bouncier after I used this, but not too much that I want to touch my face all the time. A moderate sheet mask I think?
Overall: 7/10

7. Celebon Collagen Essence Mask: Red Ginseng 


 Price: Rp. 23000,- (bought at: Guardian)
Texture: A quite thick layer for a sheet mask, fits well on my face.
Thoughts: My #1 SOS mask because it's so easy to find, just go to the nearest Guardian and you can find this on the facial care section. But I think my skin didn't absorb the essence well. Or, it only a little of essence? Or maybe because it's thick layer? Plus, I hate the smell of red ginseng, it smells like Chinese herbal medicine.
Overall: 6.5/10
Repurchase: Yes, if I run out of my sheet mask, and I will buy the other variants.



Last words, I would like to choose Nature Republic Real Nature Mask Sheet: Aloe as April's Best Sheet Mask! Congratulation! :)

FIne Tuesday at Galeri Nasional

I've been eyeing this place for like more than a year maybe?
And finally, after seeing a lot of Instagram's post about an exhibition which been held here until 23rd April (yes, it's already ended now), I decided to come here on last Tuesday.

  

Between the Lines is an exhibition by Triyadi Guntur Wiratmo that brought the connection between past and present time.



 
 
It's a mesmerizing collection.





By combining contrast color and medium, he left a deep meaning and strong feeling to everyone who come to see his work.


After visiting this exhibition, I went to the permanent exhibition of Galeri Nasional.
It's divided into two periods of time, the first one is Perjalanan Seni Rupa Modern Indonesia, and the second one is Gerakan Seni Rupa Baru.

These are some paintings and sculptures from Perjalanan Seni Rupa Modern.
 




And these are from Gerakan Seni Rupa Baru.









If you haven't visit Galeri Nasional, you should come! And you know what's the best thing about this place? It's free! HAHA

Saturday Tea Time at Pantjoran

Can't explain how much I'm in love with the idea of Historical Tea House.
And one of that "Historical Tea House" I've visited this week is Pantjoran Tea House!
You won't have a hard time to find it. Located in the heart of Glodok, this historic building which known as Apotheek Chung Hwa (also known as the landmark of Chinatowns in Batavia), now become the Pantjoran Tea House.



With a lot of big windows that allow the sunlight enters, the typical-Chinese-interior looks so beautiful. When the sun set and it is dark, they turn on the light which make the tea house becomes more beautiful.

 






Besides selling some Chinese, Japanese, English, and Indonesian Tea, the tea house also offers you a lot of food, mostly Chinese food.
I think that typical-Chinese-Dad just like mine, will love this place.


You know I won't leave without taking any picture right? HAHA


Last, there's a comparison between the painting of the old Apotheek Chung Hwa and Pantjoran Tea House now. Sorry for the appearance of Bajaj, you know it is Glodok after all, right?